Hama Patek Menyerang Tanaman Cabai Rawit di Kampung Kamunding

oleh -
Tanaman cabai rawit hijau di Kampung Kamunding, Desa Margaluyu, Kecamatan Sagaranten hancur setelah diserang hama patek.

Wartawan Suryana

Hama patek sejenis wereng berwarna hitam menyerang tanaman cabai rawit hijau di Kampung Kamunding RT 18 RW 19 Desa Margaluyu, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi. Akibat serangan hama jahat tersebut, buah cabai rawit yang siap dipetik menjadi hangus dan berwarna hitam.

banner 970x90

Salah salah satu kebun cabai rawit hijau yang diganggu patek adalah milik Susi, warga Kampung Kamunding. Kebun yang ditanami cabai rawit hijau kepunyaan Susi tidak menyisakan buah yang normal karena semuanya habis seperti terbakar api. Dia tidak dapat menikmati panen berikutnya akibat keganasan hama patek.

“Sebenarnya Bu Susi bisa memetik cabai rawitnya pada panen pertama. Namun memasuki panen kedua, semua cabainya terkena serangan patek hingga menjadi hitam dan gagal panen,” kata Andri (40) petani di Kampung Kamunding, Desa Margaluyu kepada wartawan, Ahad (4/10/2020) pagi.

Dari semua kebun yang ada di Kampung Kamunding, ujar Andi, hanya milik Susi yang mengalami kerusakan paling parah oleh hama patek. Rata-rata kebun milik petani yang lain relatif mulus. Tanaman cabai rawit hijau milik Susi pada lahan seluas 400 meterpersegi itu tidak bisa dipanen untuk kedua kalinya.

“Sudah disemprot dengan obat anti hama, namun tetap tidak memberikan hasil yang memuaskan,” ujar Andri.

Biasanya, kata dia, hama patek mewabah pada masa pancaroba dari kemarau ke hujan. Saat ini, sesuai dengan posisi matahari yang memasuki langsit selatan, iklim akan meninggalkan musim hujan.

“Sekarang tanaman cabai rawit hijau milik Bu Susi dibiarkan. Mungkin pemiliknya mengalami kerugian yang cukup besar,” jelas Andri.

Jalan setapak di areal pertanian Kampung Kamunding, Desa Margaluyu, Kecamatan Sagaranten.  

Untuk mendukung usaha pertanian di Kampung Kamunding, warga setempat membutuhkan yang bisa dilalui kendaraan roda empat, lanjutnya. Saat ini jalan yang tersedia berupa jalan rambat beton yang hanya cukup untuk menampung sepeda motor.

“Kami membutuhkan jalan lebar untuk memperlancar pengiriman hasil panen ke tengkulak. Kalau menggunakan ojek sepeda motor, biayanya terlalu tinggi,” ujar Andri.

Sekali panen, hasil pertanian dari Kampung Kamunding bisa mencapai hitungan ton. Selain tanaman hortikultura seperti cabai rawit dan tomat, daerah ini juga menghasilkan palawija seperti singkong, kacang tanah, dan ubi jalar. Selain itu Kampung Kamunding juga menghasilkan pisang, jagung, dan tanaman utama padi. (*)

Print Friendly, PDF & Email