Sebanyak 8 Pasien Baru Terjangkit Covid-19 Akibat Kontak Erat

oleh -
Perkembangan terbaru kasus Covid-19 di Kota Sukabumi pada Jumat tanggal 2 Oktober 2020 pukul 12.00 WIB.

Wartawan Nanang Setiana (Kota)

Sebanyak 8 warga di Kota Sukabumi terinfeksi Virus Corona akibat kontak erat dengan pengidap Covid-19 sebelumnya. Mereka berstatus terkonfirmasi positif Covid-19 dan menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara satu orang lagi terpapar Covid-19 setelah mengalami suspek atau terduga.

banner 970x90

“Hari ini ada penambahan 9 pasien terkonfirmasi positif  Covid-19. Delapan orang karena kontak erat dan satu orang dari kasus suspek,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi, dr. Wahyu Handriana kepada wartawan, Jumat (2/10/2020).

Para pasien baru tersebut 2 orang dari Kelurahan Dayeuhluhur Kecamatan Warudoyong, 3 orang dari Kelurahan Sukakarya Kelurahan Warudoyong, 2 orang dari Kelurahan Karangtengah Kecamatan Gunungpuyuh, dan masing-masing 1 orang dari Kelurahan Subangjaya Kecamatan Cikole dan Kelurahan Baros Kecamatan Baros.

Satu-satunya pasien yang mengalami suspek sebelumnya berasal dari Kelurahan Sukakarya. Dilihat dari umurnya, pasien paling tua berumur 47 tahun laki-laki dari Kelurahan Sukakarya dan paling muda berumur 3 tahun yakni balita perempuan dari Kelurahan Karangtengah.

Berdasarkan data paling mutakhir, total jumlah warga yang terpapat Covid-19 mencapai 234 orang dengan rincian 57 masih dirawat, 174 orang dinyatakan sembuh, dan 3 orang meninggal dunia.

Adapun untuk kasus suspek, jumlahnya keseluruhan mencapai 262 orang dengan rincian 57 orang masih menjalani isolasi mandiri dan 205 orang selesai isolasi.

Wahyu juga menerangkan ciri dan kriteria orang yang dapat dimasukkan ke dalam kasus suspek. Seseorang, kata dia, dinyatakan suspek Covid-19 apabila memiliki salah satu dari tiga kriteria berikut. Pertama orang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pada 14 hari sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan adanya transmisi lokal.

Kedua, orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala pernah kontak dengan kasus konfirmasi atau probable Covid-19. 

Ketiga, orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan. (*)

Print Friendly, PDF & Email