Proyek Beronjong Penahan Abrasi di Cipatuguran Mulai Dikerjakan

oleh -
Pembangunan benteng penahan ombak dari beronjong mulai dikerjakan untuk memperlambat abrasi yang terus-menerus menggerus Pantai Cipatuguran.

Wartawan M. Ridwan

Warga Kampung Cipatuguran di RW 20 dan RW 21 Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi merasa lega karena dapat terbebas dari ancaman abrasi dari ombak Teluk Palabuhanratu. Usulan mereka terkait pembangunan benteng penahan ombak dan abrasi dikabulkan oleh PLTU Jabar 2 Palabuhanratu.

banner 970x90

“Pembangunan benteng penahan ombak sudah berjalan empat hari. Konstruksinya sesuai harapan kami yakni terbuat dari beronjong batu di dalam keranjang kawat,” kata Ketua RW 21 Kelurahan Palabuhanratu, Ujang Sudinar ketika ditemui di lokasi pembangunan beronjong, Senin (28/9/2020). 

Tanpa benteng penahan, ujar Ujang, laju abrasi yang merusak pantai akan berlangsung lebih cepat. Gara-gara ombak yang terus-menerus melabrak pantai, batas bibir laut semakin bergeser ke arah daratan.

Perkembangan terbaru, jarak rumah paling depan ke ujung ombak tinggal sekitar 10 meter. Berangkat dari kekhawatiran terjadinya abrasi yang terus-menerus, warga mengusulkan kepada PLTU untuk membangun benteng penahan ombak.

Warga menduga abrasi terjadi setelah ada bangunan dan aktivitas di PLTU. Sebelum ada PLTU, laju abrasi tidak terlalu tinggi, pergeseran bibir pantai ke arah daratan berlangsung lambat.

Asalnya PLTU akan membuat geobag berupa karung khusus yang diisi pasir sebagai infrastuktur penahan ombak dan laju abrasi. Namun usulan ini ditolak warga karena sifatnya sementara. Mereka menginginkan bangunan penahan ombak yang permanen.    

“Sekarang kami tidak terlalu khawatir dengan abrasi karena tidak lama lagi pembangunan benteng dari beronjong selesai,” jelas Ujang.

Selama empat hari, bentangan berojong  yang dibangun sudah mencapai 100 meter dengan tinggi 1 meter dan lebar 2 meter. Keseluruhan beronjong yang akan dibangun mencapai 800 meter. (*)   

Print Friendly, PDF & Email