Dadang Meratapi Tokonya yang Bangkrut Diterjang Air Bah

oleh -
Deretan kios milik Dadang tidak menyisakan barang dagangan setelah tokonya dilanda banjir bandang awal pekan ini.

Wartawan Suryana

Nama Kampung Cibuntu tiba-tiba melejit dan terkenal di dunia nyata maupun jagat maya. Kampung yang terletak di Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi itu  menjadi buah bibir setelah luluh lantak diterjang banjir bandang yang meluap dari Sungai Citarik-Cipeuncit awal pekan ini.

banner 970x90

Pada bencana banjir itu, korban berjatuhan, rumah hancur, dan barang-barang terbawa arus air. Salah satu korban adalah Dadang, pemilik toko di Kampung Cibuntu. Setelah musibah itu berlalu, Dadang hanya bisa meratapi tokonya yang kosong melompong karena semua barang di dalamnya habis diseret air banjir.

Arus air yang bergelombang dan berenergi kuat tidak menyisakan sedikit pun barang dagangannya.

“Habis semua. Barang-barang di dalam toko saya terbawa banjir. Tidak ada yang tersisa,” kata Dadang ketika ditemui di tokonya RT 01 RW 04 Kampung Cibuntu Desa Pasawahan, Minggu (27/9/2020).

Tokonya itu terletak di jalur yang dilewati arus air yang meluap dari Sungai Citarik-Cipeuncit. Dia tidak bisa berbuat banyak ketika air yang bergerak cepat dan bergelombang menerjang tokonya.

Gerakan air membawa semua barang jualan yang ada di dalam toko. Kini yang tersisa hanyalah bangunan toko yang jebol dalam keadaan tidak berbarang seperti kehilangan nyawa.

Sehari-hari Dadang berjualan sembako, pakan burung dan ayam, dan tempat permainan play station. Semua kegiatan usahanya ditampung di dalam empat kios yang berjejer rapi di pinggir jalan. Sementara rumahnya yang terletak di atas jalan selamat dari amukan air banjir bandang.

Dadang juga kehilangan sepeda motor yang biasa digunakan untuk menunjang operasional bisnisnya. Nyaris saja, Dadang hanyut terbawa sepeda motor yang terseret arus air.

“Saat itu saya masih duduk di atas sepeda motor. Air telah selutut dan terus naik dengan arus yang cukup deras. Ketika arus air menyeret sepeda motor, saya melompat. Saya selamat, tapi motor saya terbawa banjir. Waktu loncat, kaki kiri saya kebentur tembok sampai bengkak,” tutur Dadang.

Sepeda motornya ditemukan pada jarak sekitar 2 kilometer ke arah hilir dalam keadaan ringsek dan hancur lebur. Tidak bisa digunakan lagi. Kalaupun dijual, harganya akan disamakan dengan barang rongsokan.

Salah satu anaknya juga hampir mendapat celaka. Untungnya cepat tertolong. Namun anaknya itu kini trauma. Dia juga harus kehilangan mobil jenis Taruna. Harta kekayaannya mendekati ludes.    

Barang-barang miliknya yang dimakan banjir antara lain 12 unit mesin PS 3 dan PS 2, 2 buah kulkas, 3 unit etalase, 2 HP Samsung, uang kontan sekitar Rp16 juta, dan tas kecil berisi STNK, KK, KTP, dan SIM. Total kerugian yang dideritanya kira-kira Rp300 juta.

“Saya sudah mendapat bantuan mie instan dan beras. Tadinya saya mau bantuan kompor dan gas karena semua milik saya hanyut,” tutur Dadang. (*)

Rumah di depan toko milik Dadang hancur berantakan.
Lokasi pabrik roti dan mushola di belakang toko milik Dadang tidak menyisakan bangunan, hanya tinggal sarana MCK. 
Sepeda motor milik Dadang tinggal onggokan besi dan kabel yang ringsek diombang-ambing air bah.

Print Friendly, PDF & Email