Tuntas, Pembagian Bansos Sosial Kemensos Tahap VI di Cibodas

oleh -
Secara simbolis Kepala Desa Cibodas, H. Ujang Suparman (kedua dari kiri) menyerahkan BST dari Kemensos tahap VI kepada salah satu penerima bantuan.

Wartawan Joko Samudro (PSN)

Pembagian bantuan sosial tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI di Desa Cibodas , Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi dituntaskan dalam waktu satu hari, Sabtu (26/9/2020). Bantuan untuk warga terdampak wabah Covid-19 itu dibagikan di SD Pakuwon Desa Cibodas dengan pemantauan dari aparat kepolisian dan TNI.

banner 970x90

Di tengah kesibukannya memantau penyaluran BST dari Kemensos RI, Kapala Desa Cibodas, H. Ujang Suparman mengatakan, jumlah penerima bantuan tersebut mencapai 317 keluarga penerima manfaat (KPM). Para penerima merupakan warga terdampak wabah Covid-19 yang tidak menerima bantuan dari provinsi, kabupaten, maupun desa.

“Para penerima BST tahap VI ini masing-masing menerima bantuan sebesar Rp300 ribu dalam bentuk uang tunai dari petugas Kantor Pos Parungkuda yang didampingi aparat desa,” kata Ujang.

Kepala Desa Cibodas, H. Ujang Suparman menyampaikan arahan kepada para penerima BST dari Kemensos tahap VI.

Dalam pembagian bantuan tersebut, panitia menerapkan persyaratan yang sederhana. Penerima cukup memperlihatkan KTP, KK, dan surat undangan. Di tempat pembagian BST Kemensos tahap VI, semua hadirin diwajibkan memenuhi aturan protokol kesehatan yang salah satunya harus mengenakan masker.

“Kami selalu menerapkan protokol kesehatan pada setiap kegiatan yang mendatangkan orang dalam jumlah banyak. Langkah ini merupakan upaya nyata untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19,” tutur Ujang.

Kades berharap kepada para penerima bansos tersebut untuk menggunakan dana yang diterimanya dengan bijak agar dapat meringankan beban hidup mereka. Tujuan pembagian bansos dari pusat itu bukan untuk belanja, melainkan untuk membantu warga yang sedang mengalami kesusahan akibat adanya wabah Covid-19.

“Kami juga mengimbau warga desa agar tetap tenang, tidak panik menghadapi wabah Covid-19 yang belum juga menghilang. Yang penting taati instruksi dari pemerintah dan penuhi aturan protokol kesehatan. (*)

Print Friendly, PDF & Email