Mendapat Nomor Urut 3, Bakang-Siroj Langsung Luncurkan Program Kerja

oleh -
Pasangan Bakang-Siroj disambut massa pendukungnya setelah mengikuti rapat pleno KPU Kabupaten Sukabumi dalam rangka pengundian nomor urut perserta Pilbup Sukabumi tahun 2020.

Wartawan Aep Saepudin

Pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati (wabup) Sukabumi, DR. KH. Abu Bakar Sidik, M.Ag. dan H. Sirojudin, S.E. (Bakang-Siroj) langsung ambil ancang-ancang untuk meluncurkan program kerja untuk dilaksanakan jika pasangan ini terpilih.

banner 970x90

Setelah nyata mendapatkan nomor urut 3 pada rapat pleno KPU Kabupaten Sukabumi di Inna Samudera Beach Hotel, Kamis (24/9/2020), paslon Bakang-Siroj disambut para pendukungnya dengan acungan 3 jari ketika tiba di Hotel Augusta Palabuhanratu yang dijadikan tempatnya beristirahat.

“Angka 3 itu angka yang istimewa pemberian dari Allah. Berbekal angka 3, kami akan menjadikan Kabupaten Sukabumi ini harmoni  untuk mengaktualisasikan dan menggali semua potensi,” kata Abu Bakar yang akrab disapa Kang Bakang.

Pasangan ini terbentuk dari Koalisi Bersih yang merupakan perpaduan harmoni antara generasi berpengalaman dan matang dengan generasi muda yang bersemangat tinggi. 

“Kita di Koalisi Bersih ini ada saya yang tua kolonial dan Pak Sirojudin yang muda dengan milenial. Saya ada di barisan religius dan Pak Sirojudin di barisan nasionalis,” ujarnya.  

Bakang-Siroj, lanjutnya, berangkat dari kepentingan rakyat. Karena itu pasangan ini akan bekerja dengan mengutamakan kepentingan rakyat untuk kemaslahatan bersama.

“Kami mempunyai program pemberdayaan guru ngaji. Jika mendapat amanah dari rakyat, kami akan siapkan anggaran sebesar 100 miliar rupiah untuk para guru ngaji. Kami juga akan siapkan anggaran 100 miliar rupiah setiap tahun untuk petani dan nelayan,” jelas dia.   

Bakang-Siroj ketika mengikuti acara pengundian nomor urut perserta Pilbup Sukabumi tahun 2020.  

Selain itu Bakang-Siroj akan memberikan perhatian khusus kepada kalangan buruh perkebunan dan buruh tani. Para buruh ini tidak memiliki tanah sendiri, mereka bekerja pada pemodal yang menguasai tanah. Jangan sampai, kata dia, kekayaan negara dikuasai oleh beberapa gelintir orang. 

“Bagi kami yang penting dan paling pokok adalah niat untuk memperbaiki kehidupan masyarakat Kabupaten Sukabumi,” tambahnya. (*)  

Print Friendly, PDF & Email