Waspada Penipu Pencairan Bantuan UMKM Berkeliaran!

oleh -
Wartini sedang menunggui kios kecilnya di Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Dia menjadi korban penipuan oleh orang yang mengaku pengurus bantuan untuk UMKM.

Wartawan Nanan Isman Salman

Harapan Wartini untuk segera menyuntik warungnya dengan dana segar bantuan dari pemerintah masih tertahan di awan. Warga RT 04 RW 04 Kelurahan Sukakarya,  Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi itu malah harus gigit jari karena menjadi korban penipuan dengan dalih pencairan bantuan UMKM sebesar Rp 2,4 juta.

banner 970x90

Kerugian Wartini memang tidak sampai ratusan ribu yakni Rp 150 ribu, tapi bagi pedagang kecil seperti dirinya uang sebesar itu sangat penting artinya. Uang tersebut digunakan untuk membayar biaya administrasi pencairan bantuan usaha mikro kepada seseorang yang mengaku bernama Agus.

“Saya dapat uang itu pinjam dari tetangga sebelah rumah. Lalu dibayarkan kepada orang yang mengaku dari kantor kecamatan, padahal dia bohong,” kata Wartini kepada wartawan, Kamis (24/9/2020).

Menurut Wartini, orang yang mengaku bernama Agus itu menginformasikan jika bantuan usaha mikro dari pusat untuk Wartini bisa segera dicairkan. Tapi untuk itu, Wartini harus membayar sejumlah uang administrasi. Besarnya, ya itu tadi Rp150 ribu.

Dipenuhi kegirangan akan segera mendapat bantuan, Wartini menyanggupi permintaan Agus. Usai tamu bernama Agus itu pulang, Wartini segera menanyakan perihal pungutan itu kepada ketua RT setempat. Dari Pak RT, dia mendapat jawaban, sampai sekarang belum ada informasi kepastian tentang pencairan bantuan UMKM. 

Wartini tersadar, dia telah kena tipu. Dia yakin, orang itu bukan bernama Agus, juga bukan pegawai kantor kecamatan.

Kepala Seksi UKM pada Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kota Sukabumi, Martin Wahyudin menegaskan, pencairan bantuan untuk pelaku usaha mikro tidak dikenai biaya satu sen pun, apalagi sampai Rp150 ribu.

Proses pencairan bantuan untuk pelaku usaha mikro, ujar dia, tidak lagi melibatkan pemerintah daerah karena dananya langsung masuk ke rekening penerima dari pusat. Dengan demikian, kalau ada orang yang mengaku sebagai petugas dari instansi pemda seperti kantor kecamatan yang akan mengurusi bantuan untuk pelaku usaha, bisa dipastikan dia penipu.

 “Tugas kami hanya mengusulkan calon penerima bantuan,” jelas Martin saat dihubungi melalui telepon, Kamis siang.

Martin pun menghimbau masyararakat agar berhati-hati dan jangan menggubris siapa pun yang mengaku sebagai orang pemerintah yang meminta pungutan dengan dalih untuk pencairan bantuan usaha mikro. (*)

Print Friendly, PDF & Email