Situ Cikubang, Harapan Bojonggaling Menuju Desa Wisata

oleh -
Kepala Desa Bojonggaling, E. Sulaeman berpose sejenak di Situ Cikubang sambil beristirahat sejenak dari rutinitas dan kesibukan sehari-hari.

Wartawan Joko Samudro (PSN)

Desa Bojonggaling, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi memiliki banyak potensi terpendam yang belum tergali dan terangkan ke permukaan. Salah satunya Situ Cikubang yang terletak di Kampung Cikubang Desa Bojonggaling.

banner 970x90

Situ Cikubang memiliki berbagai kelebihan dan keunggulan sebagai destinasi wisata alam. Selain airnya jernih dan suci serta mensucikan, Situ Cikubang dikelilingi perbukitan dan hamparan lahan yang hijau. Sekilas landscapenya seperti perkampungan orang Sunda di abad pertengahan.  

“Kami sedang menuju pengembangan desa wisata. Keberadaan Situ Cikubang merupakan penopangnya. Insya Allah, program desa wisata ini sejalan dengan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Desa Bojonggaling, E. Sulaeman ketika ditemui di lokasi Situ Cikubang, Kamis (24/9/2020).

Penataan Situ Cikubang dapat mempercepat terwujudnya status desa wisata untuk Bojonggaling, lanjut dia. Harapan pemerintah desa dan pelaku pembangunan di Desa Bojonggaling terhadap Situ Cikubang sangat besar sebagai salah satu potensi desa wisata.

Nanti penduduk dapat menikmati dampak positif dari desa wisata tersebut. Masyarakat dapat membuka lapangan pekerjaan dengan berjualan makanan, minuman, dan kerajinan.

“Sampai sekarang masih banyak masyarakat yang kurang memahami potensi yang ada di Desa Bojonggaling, termasuk potensi untuk desa wisata. Karena itu perlu sekali pemahaman masyarakat terhadap manfaat dan eksistensi desa wisata,” ujarnya. 

Perangkat desa dan pelaku pembangunan di Desa Bojonggaling, kata dia, harus terus-menerus mensosialisasikan manfaat desa wisata dalam jangka pendek dan jangka panjang kepada masyarakat. Setelah masyarakat memahami, tidaklah sulit bagi Desa Bojonggaling untuk menjadi desa wisata percontohan.

“Desa wisata juga dapat mendorong  bertahannya tradisi dan budaya di desa yang merupakan komoditas wisata lokal. Masyarakat harus berperan aktif dalam menjaga kelestarian budaya atau tradisi tersebut untuk meningkatkan daya tarik pariwisata,” jelas Sulaeman.

Selain itu desa wisata memberikan peluang kepada masyarakat untuk mengembangkan produk lokal. Semakin banyak wisatawan yang berkunjung, kian banyak produk yang terjual. Bentuknya bisa kerajinan tangan atau kuliner lokal khas penduduk Bojonggaling.

“Dengan demikian usaha mikro dan kecil akan tumbuh. Promosinya bisa dibantu oleh wisatawan yang pernah berkunjung ke Desa Bojonggaling. Karena itu masyarakat harus meninggalkan kesan yang baik kepada para wisatawan agar aktif mempromosikan kelebihan desa wisata di desa kami kepada wisatawan lainnya,” tutur dia. (*)

Print Friendly, PDF & Email