Korban Banjir di Desa Kompa Harapkan Bantuan Sandang dan Pangan

oleh -
Warga bergotong royong menyingkirkan lumpur dan sampah yang mengotori jalan umum di Kampung Bantar, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.

Wartawan Joko Samudro (PSN)

Warga yang terdampak banjir bandang dari Sungai Cicatih yang meluap hebat di Desa Kompa Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi membutuhkan perhatian dan bantuan dari pemerintah. Mereka mengharapkan bantuan bahan pangan dan pakaian untuk kebutuhan rutin sehari-hari.

banner 970x90

Lokasi paling parah terdampak banjir bandang di Desa Kompa adalah Kampung Bantar yang meliputi wilayah RT 01 dan RT 20. Berdasarkan keterangan Ketua RT 01 Rodin dan Ketua RT 20 Apud, jumlah rumah yang rusak di Kampung Bantar mencapai 10 unit.

Walaupun letaknya jauh dari Cicurug, Kampung Bantar yang terlewati Sungai Cicatih mendapat terjangan dari air bah dalam jumlah yang sangat banyak dengan tenaga arus air yang besar. Beberapa perabotan dan peralatan rumah tangga, pakaian, dan bahan makanan terbawa banjir.

“Saat ini para korban banjir membutuhkan bantuan bahan makanan dan pakaian. Rumah mereka kan diterjang banjir, makanan dan pakaian yang ada di rumah ikut hanyut bersama air,” kata Apud.

Tumpukan limbah dari pepohonan yang terbawa aliran banjir menutup badan jalan.

Untuk memperbaiki rumah yang rusak, lanjut dia, para korban membutuhkan dana yang mencapai puluhan juta rupiah. Tapi mengenai perbaikan rumah itu masih belum menjadi bahan pikiran karena kebutuhan mendesak saat ini adalah makanan dan pakaian.

Pada saatnya nanti para korban akan membahas perbaikan atau renovasi rumah yang rusak diterjang banjir.

Di Kampung Bantar juga satu jembatan penghubung dari Desa Kompa ke wilayah Kecamatan Bojonggenteng dan Cidahu dalam keadaan rusak berat. (*)  

Print Friendly, PDF & Email