Pengurus Esports Sukabumi Dilantik di Pendopo Cianjur

oleh -
Ketua Harian Pengprov ESI Jawa Barat, Budiyana (kanan) menyerahkan SK pelantikan kepada Ketua ESI Kabupaten Sukabumi, M. Fahmi Dzikri S.

Wartawan Joko Samudro (PSN)

Pengurus Esports Indonesia (ESI) Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi untuk masa bakti 2020-2024 dilantik oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) ESI Provinsi Jawa Barat. Pada acara pelantikan itu dalam waktu yang bersamaan dilakukan pula pengukuhan pengurus ESI Kabupaten Cianjur.

banner 970x90

Pelantikan dilangsungkan di Pendopo Cianjur oleh Ketua Harian Pengprov ESI Jawa Barat, Budiyana, Senin (21/9/2020). Di tempat kegiatan tampak hadir Bupati Cianjur yang diwakili, Dandim 0608 Cianjur, Kapolres Cianjur yang diwakili, Ketua KONI Kabupaten Cianjur, Kadisbidpora Kabupaten Cianjur, dan tamu undangan lainnya.

Dalam pelantikan itu, Budiyana membacakan sumpah jabatan yang diikuti oleh sekitar 30 pengurus ESI dari ketiga daerah. Dia mengharapkan para pengurus yang baru dilantik agar dapat bekerja sama dalam memajukan olahraga esports di Jawa Barat.

“Pengurus harus dapat bekerja sama dalam memperkenalkan olahraga esports kepada masyarakat dan menyalurkan hobi putra-putri mereka agar kegiatan game menjadi lebih positif serta terarah,” kata Budiyana

Ketua Pengprov ESI Jabar juga mengucapan terima kasih kepada KONI Kabupaten Cianjur yang mendukung dan memfasilitasi pelantikan tersebut. PB ESI, ujar Budiyana, merupakan satu-satunya organisasi cabang olahraga esports yang resmi serta diakui dan bernaung di bawah induk olahraga tertinggi di Indonesia yaitu KONI. 

Setelah mengikuti pelantikan, Ketua Esports Kabupaten Sukabumi M. Fahmi Dzikri S alias Ipam kepada awak media mengatakan, salah satu program yang akan dijalankannya adalah mencari bibit-bibit atlet esports.

Langkah awal yang akan diambil oleh ESI Kabupaten Sukabumi adalah sosialisasi ke semua lembaga pemerintahan dan Forkopimda Kabupaten Sukabumi. Selain itu Ipam akan menggalakkan koordinasi dengan komunitas-komunitas esports dan kalangan pelajar di tingkat SMP sampai SMA. 

“Olah raga esports tidak mengenal batasan gender dan usia. Para pemain dari kalangan laki-laki dan perempuan serta berbagai usia, semuanya bisa bermain game,” tuturnya.

Kepengurusan yang dipimpinnya, lanjut Ipam, akan berupaya keras untuk melahirkan atelt-atlet esports yang dapat berlaga di tingkat nasional hingga internasional. Selama ini para gamer asal Kabupaten Sukabumi selalu menunjukkan prestasi yang gemilang pada setiap kejuaraan.

Esport merupakan singkatan dari electronic sport atau olahraga elektronik yang menjadikan permainan game sebagai bidang kompetitif dan sarana peningkatan prestasi. Cabang olahraga ini seperti halnya catur dan bridge menggunakan otak sebagai alat utama untuk meraih kemenangan. (*)

Print Friendly, PDF & Email