PKBM Lestari Jampangkulon Gelar Pelatihan Budi Daya Jamur Tiram untuk PKH Perempuan

oleh -
Pembukaan pelatihan PKH Perempuan, dari kiri ke kanan Kades Bojongsari Rahmat Effendi, Pemilik Kesetaraan Wilayah 6 Anas Supriadi, S.Pd., M.M., Penilik Kursus Wilayah 6 Aepudin, dan Kepala PKBM Lestari Dede Firmansyah, S.Pd.I.

Wartawan Usep Mulyana

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Lestari di Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan pelatihan budi daya jamur tiram untuk program Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKH-P).

Pada pelatihan itu, PKBM Lestari menyertakan 25 perempuan produktif yang berasal dari Desa Bojongsari dan sekitarnya.

Pelatihan diresmikan oleh Penilik Kursus Wilayah 6 Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Aepudin di Kampus PKBM Lestari Jalan Cisempur, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Minggu (20/9/2020).  

Pada acara pembukaan tampak hadir Kepala Desa Bojongsari Rahmat Effendi, Anas Supriadi, S.Pd., M.M. selaku Penilik Kesetaraan Wilayah 6, dan tuan rumah Kepala PKBM Lestari Dede Firmansyah, S.Pd.I.

Para peserta pelatihan PKH Perempuan di PKBM Lestari Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi.  

Setelah mengikuti acara pembukaan pelatihan PKM Perempuan, Dede Firmansyah selaku penananggung jawab kegiatan dan pengelola PKBM Lestari menerangkan, pelatihan berlangsung selama 66 jam atau jika dikonversi ke dalam hitungan hari menjadi 14 hari.

“Kami mengharapkan dari kegiatan ini akan lahir para pelaku usaha yang mengembangkan budi daya jamur tiram dari kalangan perempuan,” kata Dede.

Sesuai tujuannya, pelatihan PKH Perempuan tersebut dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para peserta terkait seluk-beluk usaha budi daya jamur tiram. Dengan demikian nantinya para peserta dapat menunjang kesejahteraan keluarganya.

“Mudah-mudahan para peserta dapat menjadi pelaku UKM yang tangguh di bidang budi daya jamur tiram. Kami harapkan mereka dapat mengangkat derajat ekonomi dan sosial keluarganya masing-masing dan mengharumkan nama desa,” tutur Dede.

Setelah mengikuti pelatihan, lanjut dia, para peserta hendaknya mengamalkan pengetahuan dan keterampilan yang didapatnya. Dede yakin, ke-25 peserta pelatihan PKH Perempuan di PKBM yang dipimpinnya dapat menjadi pelaku usaha yang tangguh. Sebab usaha budi daya jamur tiram masih cukup prospektif.  

Idealnya para peserta pelatihan PKH Perempuan dapat membuka lapangan pekerjaan bagi kerabat atau tetangga dekatnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email