Proyek Penataan Jalan Dago Tetap Dilanjutkan

oleh -
Bagian sisi timur Jalan Ir. H. Juanda Kota Sukabumi yang akan dijadikan jalur pedestrian untuk meningkatkan kenyamanan bagi pejalan kaki.

Wartawan Jek Zakaria

Setelah mengalami gagal lelang, proyek penataan Jalan Ir. H. Juanda atau Jalan Dago Kota Sukabumi tetap dilanjutkan dengan sumber dana dari APBD tahun anggaran 2020. Proyek tersebut ditangani Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi melalui Bidang Bina Marga. Statusnya masih dalam tahap pelelangan.

banner 970x90

Proyek dipecah menjadi dua yaitu penataan pedestrian untuk sisi timur dengan anggaran Rp1,5 miliar dan penataan jalan sisi barat dengan anggaran sebesar Rp1,1 miliar. Total sebesar Rp2,6 miliar.

“Di sisi timur, salah satu lokasinya di depan Gedung DPRD. Bentangan jalan dan trotoar di sisi timur akan dijadikan pedestrian yang ditata,” kata Kabid Binas Marga Dishub Kota Sukabumi yang juga menjabat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek penataan Jalan Ir. H. Juanda, Lutpi Alip ketika dihubungi wartawan via telepon seluler, Jumat (18/9/2020).

Untuk menunjang kelancaran proyek tersebut, sementara waktu para pedagang akan direlokasi ke Jalan Perpustakaan dan Jalan Dewi Sartika. Rencana relokasi ini telah dibahas di tingkat instansi pemda yang akan dilanjutkan dengan pembahasan bersama para pedagang.

Dua proyek tersebut diperuntukkan bagi penyedia jasa konstruksi dengan kualifikasi perusahaan kecil, ujar Lutpi. Diproyeksikan, kegiatan pembangunannya dimulai pada awal bulan Oktober nanti dengan jangka waktu pengerjaan 90 hari kerja.

Sementara dihubungi terpisah, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setda Kota Sukabumi, Fahrurrazi membenarkan proyek penataan pedestarian Jalan Ir. H. Juanda dilelang kembali setelah mengalami gagal lelang.

Pemecahan proyek menjadi dua paket pekerjaan, ujar Fachrurrazi, merupakan strategi agar kedua kegiatan infrastruktur itu lelangnya bisa diikuti oleh perusahaan kecil karena nilai pekerjaannya di bawah Rp2,5 miliar. Sampai sekarang Tim Pojka BPBJ masih menjalani proses evaluasi tahap penawaran dari para peserta.

“Pada proyek ini persyaratan dibuat untuk lebih mempermudah para peserta. Tidak ada lagi persyaratan sisa kemampuan nyata yang diaudit oleh kantor akuntan publik karena syarat itu untuk perusahaan menengah ke atas,” kata Fahrurrazi.

Peminat untuk dua proyek itu cukup banyak. Satu sisi diikuti 8 peserta dan sisi yang satu lagi diikuti 14 peserta yang semuanya telah memasukkan penawaran. (*)

Print Friendly, PDF & Email