Peserta Pelatihan PKH Perempuan Meninjau Ruang Produksi Sandal Karakter

oleh -
Ketua PKBM LPMD Ustadz Endin, S.Pd. secara simbolis menyerahkan hasil produksi sandal karakter kepada salah seorang peserta pelatihan PKH Perempuan.

Wartawan Usep Mulyana

Para peserta pelatihan Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKH-P) mulai memasuki ruang produksi sandal karakter yang terletak di lingkungan Kampus PKBM LPMD (Langkah Prima Masa Depan). Mereka melihat langsung alat-alat produksi yang akan dipergunakan untuk praktik selama pelatihan PKH-P.

banner 970x90

Peninjauan ruang produksi itu merupakan tindak lanjut dari kegiatan para peserta setelah mengikuti peresmian pelatihan PKH-P di PKBM LPMD pada Ahad (13/9/2020) pagi.

Berita terkait: PKBM LPMD Gelar Pelatihan PKH Perempuan

Para peserta yang semuanya perempuan juga menyaksikan operasional alat produksi seperti mesin pond yang fungsinya untuk membentuk dan memotong bahan sandal. Suasana di ruang produksi PKBM LPMD yang terletak di Jalan Cisande, Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi tampak ramai.

“Kami harapkan para peserta dapat mengenal alat produksi dan cara kerjanya sebagai bagian dari pelatihan PKH Perempuan,” jelas Kepala PKBM LPMD, Ustadz Endin, S.Pd.

Hendaknya para peserta, ujar dia, dapat mempergunakan dengan sebaik-baiknya waktu yang disediakan untuk pelatihan yakni selama 14 hari. Seusai pelatihan, para peserta harus memiliki keterampilan dalam memproduksi sandal karakter.

“Mereka akan melihat dan mencoba langsung bahwa untuk mengoperasikan alat produksi sandal karakter tidak membutuhkan tenaga besar. Mesin dapat dioperasikan oleh kaum perempuan,” jelas Endin.  

Di ruang produksi, operator mesin pond Ahmad Sobur menjelaskan jenis-jenis dan dungsi mesin yang menunjang proses produksi sandal karakter yaitu antara lain mesin pond, gurinda,  menin pres,  dan open. Biasanya untuk perempuan, kata Sobur, jenis pekerjaannya adalah menjahit, packing, dan marketing.

Ahmad Sobur, instruktur tengah memperagakan teknik pencetakan sandal karakter.

“Tapi mereka tetap harus mengenal cara kerja semua mesin produksi sandal karakter,” jelas operator yang tinggal di Kampung Bantarkaret RT 21 RW 06, Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantatan. 

“Kalau bersungguh-sungguh,  dalam satu minggu para peserta pelatihan bisa membuat sandal, ” tambahnya.  

Salah seorang peserta pelatihan PKH-P, Hesti menuturkan, dari kegiatan yang diikutinya dia ingin menambah wawasan dan pengetahuan tentang cara pembuatan sandal karakter.  Nantinya keterampilan tersebut akan dipraktikkan untuk menunjang perekonomian keluarga. (*)

Print Friendly, PDF & Email