Namanya Dibajak untuk FB, Ketua Komisi I Meradang

oleh -
Tampilan awal akun Facebook yang mencatut nama dan foto Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Paoji Nurjaman.

Wartawan Aep Saepudin

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Paoji Nurjaman sedang menghadapi ujian yang cukup berat. Nama politisi PDI Perjuangan asal Pabuaran Kabupaten Sukabumi ini dicatut untuk nama akun di Facebook (FB). Atas kejadian tersebut, Paoji merasa terganggu dan tidak nyaman.

banner 970x90

“Ada akun Facebook yang memasang nama dan foto saya. Padahal akun itu bukan milik saya,” kata Paoji kepada wartawan, Sabtu (12/9/2020).

Nama dan foto Paoji dipasang sebagai wall yang diberi nama Nurjaman Dinur (Paoji Nurjaman). Nama dan fotonya sama persis dengan yang terpampang pada akun asli milik Paoji.

“Ini kasusnya pencatutan nama dan foto saya yang digunakan untuk tujuan yang tidak baik. Saya merasa kecewa dan terganggu,” ujar Paoji.  

Si pengelola akun yang mencatut nama dan foto itu meminta-minta pulsa dan bantuan kepada rekan atau teman Paoji lewat Facebook. Inilah yang membuat Paoji marah dan meradang serta ingin menghajar si pembuat akun Facebook tersebut.

“Saya merasa sangat terganggu dengan  beredarnya akun Facebook yang memakai nama  dan foto saya itu. Banyak teman saya yang berteman di Facebook yang menghubungi saya lewat telepon. Mereka menyampaikan akun itu minta pulsa dan juga minta bantuan,” tuturnya.

Setelah dicek, ternyata permintaan itu bukan dari akun asli milik Paoji melainkan dari pencatut nama dan foto Paoji.

Seumur hidupnya, lanjut Paoji, dirinya tidak pernah minta-minta pulsa dan bantuan seperti dilakukan penjahat dunia maya tersebut. Pencantuman nama dan foto tanpa persetujuan dan sepengetahuannya, ujar Paoji, jelas mencemarkan nama baik dirinya, lembaga DPRD, dan partai.

Akun yang mencatut nama Paoji itu aktif sejak Rabu (9/9/2020) lalu. Sebagai korban pencatutan, Paoji mengimbau kepada teman, rekan, dan kenalannya agar tidak mempercayai akun Facebook yang mengatasnamakan dirinya. Apapun yang ditulis oleh pemilik akun itu pasti bohong dan bukan tanggung jawab Paoji.  

Saat ini Paoji sudah berkordinasi dengan Polres Sukabumi yang membahas pencatutan nama dan fotonya. Apabila akun tersebut masih aktif dan terus mengganggu ketenangannya, Paoji akan melaporkan pembuat akun itu sebagai pelaku kriminal.

“Biarlah nanti polisi yang menangkap pemilik akun yang menggunakan nama dan foto saya,” tutur Paoji. (*)

Print Friendly, PDF & Email