Insan Pendidikan Ciemas Bahas Rencana KBM Tatap Muka

oleh -
Suasana pertemuan para pelaku dan pejabat pendidikan di Kecamatan Ciemas dalam rangka membahas rencana pemberlakuan KBM secara tatap muka.

Wartawan Dicky Sopyan

Para pelaku dan pejabat pendidikan yang bertugas di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi menggelar pertemuan untuk membahas rencana pemberlakuan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka di sekolah.

banner 970x90

Pertemuan digelar di aula Kantor Kecamatan Ciemas, Jalan Tamanjaya-Ciwaru Nomor 26 Ciemas, Jumat (11/9/2020). Pada pertemuan itu tampak hadir para insan pendidikan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Ciemas dan unsur Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

“Salah satu agenda pada pertemuan ini adalah membahas persiapan belajar tatap muka di sekolah. Kalau tidak ada aral melintang, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi akan menginstruksikan pemberlakuan belajar di sekolah pada bulan September nanti,” kata Ketua PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Kecamatan Ciemas, Dedi Rusmana, M.M.Pd. setelah mengikuti pertemuan.

Di antara pejabat pendidikan yang hadir tampak para kepala SD yang diwakili Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Ciemas, H. Aep Jarkosih, S.Pd., Pengawas SD, Pengawas MI, Ketua KKMI, Ketua FKKS Maimin bunyamin, dan Kasi Sosbud Kantor Kecamatan Ciemas beserta staf.

“Sistem belajar secara tatap muka yang direncanakan pada bulan September akan dilaksanakan setelah ada hasil verifikasi dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Ciemas,” jelas Dedi.

Tanggal pastinya belum ditentukan, lanjut Dedi. Para insan pendidikan di Kecamatan Ciemas masih menunggu perintah lebih lanjut dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi. 

Saat ini, ujar dia, sekolah sedang melakukan persiapan-persiapan menjelang diberlakukannya sistem belajar tatap muka. Bentuk persiapan yang dilakukan antara lain mengumpulkan izin belajar di sekolah dari orang tua untuk anaknya.

“Sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka, sekolah harus memiliki rekap izin dari orang tua dan rekap pernyataan orang tua yang tidak mengizinkan anaknya belajar di sekolah,” jelas Ketua PGRI.

Walaupun belum ada kepastian, lanjut Dedi, PGRI, K3S, para pengawas, dan para kepala sekolah akan melakukan persiapan semaksimal mungkin. Jadi ketika Dinas Pendidikan memerintahkan pembelajaran tatap muka, semua pemangku kepentingan sudah siap melaksanakannya.

“Sekolah harus berbenah dan melakukan persiapan dengan cepat untuk menyediakan fasilitas yang dibutuhkan,” ujarnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email